Perkutut, suara anakannya tergantung kualitas induknya

Untuk menghasilkan anakan perkutut berkualitas, penyilangan wajib ditunaikan dengan induk kualitas unggul. Perkutut bangkok sering menjadi pilihan, lantaran kualitas suara jenis perkutut ini bagus dan sering memenangkan kontes.

Ada sejumlah kesimpulan yang mengatakan, bahwa unsur darah keturunan yang mengalir terhadap seekor perkutut atau sering disebut trah benar-benar menentukan kualitasnya. Tapi, ada terhitung yang bilang, kualitas suara perkutut bisa diciptakan dengan cara crossing atau kawin silang perkutut memiliki kualitas baik.

Jenis perkutut dibedakan menjadi dua, yaitu perkutut lokal dan bangkok. Perkutut lokal merupakan perkutut yang berasal dari hutan. Sedang, perkutut bangkok adalah perkutut keturunan asal Thailand. Persilangan pada perkutut lokal dengan bangkok inilah yang sering masuk didalam kelas kontes.

Yang membedakan dari kedua jenis perkutut ini lebih-lebih dari suara dan fisik. Perkutut lokal mempunyai suara lebih kecil dengan tempo cepat. Sementara, perkutut bangkok memiliki suara yang lebih nyaring dengan tempo lebih lambat Katuranggan Perkutut.

Dilihat dari fisik, perkutut bangkok memiliki perawakan yang lebih besar dibandingkan perkutut lokal.

Untuk belanja perkutut calon induk, lebih baik singgah segera ke peternak supaya bisa menentukan bibit memiliki kualitas cocok keinginan. Apalagi, waktu ini, peternak perkutut makin lama enteng dijumpai. Jumlah peternak baik berskala kecil, sedang, dan besar telah mencapai ribuan.

Yoko Yunandar dengan kata lain Akong, pemilik Golden Bird Farm di Bandung, pun gemar memburu calon induk ini sampai ke beberapa daerah. Tak heran, ia sering mendapat induk perkutut memiliki kualitas dari Tasikmalaya dan pelosok Bandung.

Agar lebih cepat menghasilkan anakan, Akong menyarankan untuk belanja calon induk dengan umur empat bulan. Pada umur ini, perkutut enteng dijodohkan.

Alhasil, terhadap umur lima sampai tujuh bulan, induk perkutut telah menjadi bertelur. Biasanya, satu induk perkutut betina bisa bertelur sampai dua butir. “Namun, belum tentu telur-telur itu bisa menetas semua,” ujar Akong.

Nah, supaya perkutut menjadi nyaman sampai tumbuh sehat, Anda wajib buat persiapan kandang yang ideal. Kandang ini sebaiknya disesuaikan dengan ketersediaan lahan atau jangan muncul sesak.
Dengan manfaatkan lahan kosong di depan rumahnya, Cristyanto Asmadi, pemilik Ardis Bird Farm di Jakarta, membawa dampak kandang seluas 24 m2. “Ukuran ideal untuk kandang satu pakai induk memiliki panjang 150 cm, lebar 80 cm dan tinggi 180 cm,” ujar Crist yang memelihara 24 pakai induk di lahannya.

Akong pun menyulap ruang kosong yang ada di lantai tiga rukonya menjadi kandang perkutut dengan luas sekitar 250 m2.Selain ukuran yang ideal, kandang wajib beroleh sinar matahari pagi yang cukup. Pasalnya, perkutut benar-benar suka berjemur. Kesehatan kandang pun tak boleh luput dari perhatian.

Soal pakan, Akong bilang, makanan perkutut cukup sederhana. “Saya cuma memberi makan gabah dan milet,” ujarnya. Sebagai makanan tambahan, Akong terhitung memberinya ketan hitam dan juwawut. Untuk menjaga stamina induk perkutut, Akong terhitung memberi vitamin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *